Konsumsi parasetamol saat hamil pengaruhi perilaku anak

Siapa yang tidak tahu obat parasetamol?. Parasetamol atau asetaminofen merupakan obat analgesik yang biasa digunakan untuk meredakan demam ataupun meringankan rasa nyeri. Obat ini sangat mudah untuk ditemukan karena dapat dijual bebas tanpa adanya resep dokter. Meskipun dijual bebas, obat ini tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan karena dapat menyebabkan kerusakan pada liver.

Dikenal sebagai obat pertolongan pertama untuk mengatasi demam, banyak sekali orang yang menyalahgunakan penggunaan obat ini. Parasetamol dapat membahayakan kesehatan liver jika dikonsumsi dalam dosis yang besar. Selain liver, parasetamol juga dapat memberikan efek samping yang negatif khususnya bagi ibu hamil. Menurut studi di tahun 2018, senyawa tersebut berkaitan dengan adanya peningkatan risiko gangguan spektrum autisme (ASD) dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada anak jika sang ibu mengkonsumsi obat tersebut selama 4 minggu atau lebih.

Tak sampai di situ, kaitan antara parasetamol dengan masalah perilaku anak juga ditemukan dalam studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Paediatric and Perinatal Epidemiology. Para peneliti menemukan bahwa ibu hamil yang sering mengkonsumsi parasetamol berkaitan dengan masalah hiperaktif dan suka mencari perhatian pada anak mereka. Studi juga menunjukkan bahwa anak laki-laki lebih rentan terhadap risiko ini dibandingkan dengan anak perempuan.

Dalam studinya, para peneliti melakukan analisa terhadap 14.541 wanita dengan usia kehamilan 18 - 32 minggu yang dikumpulkan oleh Avon Longitudinal Study of Parents and Children (ALSPAC). Pada usia 7 bulan kehamilan, 43% dari partisipan diketahui mengkonsumsi parasetamol sesekali ataupun lebih. Untuk mengetahui perkembangan perilaku anak, para peneliti melakukan tes memori dan IQ hingga umur 17 tahun serta melihat tingkah laku dan tempramen setiap anak dari usia 6 bulan.

 

Ditulis oleh Anggie Triana
Sumber foto: Getty Images

Sumber lainnya:

Jurnal Terbaru