Kacang kedelai, baik atau buruk untuk kesehatan?

Kacang kedelai merupakan salah satu bahan dasar makanan yang sering kita konsumsi setiap hari. Makanan seperti tempe dan tahu merupakan hasil dari olahan kacang tersebut. Dikenal dengan nutrisinya yang tinggi, produk berbahan dasar kacang kedelai diketahui memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Meskipun begitu, manfaat kacang kedelai masih menuai pro-kontra di kalangan para ahli. Sebagian mengklaim bahwa kacang kedelai baik untuk kesehatan tubuh, sedangkan sebagian lainnya mengatakan sebaliknya. Dilansir dari Healthline, berikut pro-kontra manfaat dari mengkonsumsi kacang kedelai.

PRO

  • Bernutrisi tinggi, kedelai diketahui mengandung beberapa nutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, serta mineral. Kedelai mengandung serat prebiotik yang bagus untuk bakteri baik dalam sistem pencernaan Anda. Selain itu, kedelai juga bisa menjadi sumber senyawa tanaman yang baik untuk tubuh, seperti sterol dan isoflavon.
  • Menurunkan kadar kolesterol tubuh, beberapa hasil studi telah menunjukkan bahwa konsumsi kacang kedelai dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Hal tersebut tidak lepas dari peran sterol dan serat dalam kedelai. Keduanya diketahui dapat berperan dalam mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh.
  • Meningkatkan fertilitas, hasil studi menemukan bahwa konsumsi kacang kedelai dapat membantu meningkatkan fertilitas wanita. Konsumsi kedelai diketahui dapat membantu mereka yang sedang menjalani proses IVF (In Vitro Fertilization) dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsinya.
  • Menurunkan gejala menopause, berkat kandungan isoflavon di dalamnya, kacang kedelai diketahui dapat membantu meringankan gejala menopause. Kadar estrogen dalam tubuh akan menurun selama masa menopause. Hal tersebut dapat menyebabkan efek rasa panas dalam tubuh atau dikenal dengan sebutan hot flashes. Isoflavon yang merupakan kandungan fitoestrogen dalam kedelai dapat membantu meringankan gejala tersebut.

KONTRA

  • Meningkatkan risiko kanker payudara, kedelai mengandung isoflavon yang dapat berperan sebagai estrogen dalam tubuh. Di sisi lain, sel kanker payudara membutuhkan estrogen untuk berkembang. Hal inilah yang menjadi landasan para ahli berfikir bahwa konsumsi kacang kedelai dapat meningkatkan risiko tersebut.
  • Menurunkan fungsi tiroid, kedelai mengandung goitrogen, zat yang dapat menghalangi penyerapan yodium sehingga meningkatkan risiko penyakit gondok. Selain itu, kedelai juga mengandung genistein yang dapat menghalangi produksi hormon tiroid.
  • Mempengaruhi kesehatan sistem pencernaan, kedelai mengandung aglutinin, yaitu senyawa anti nutrisi yang dapat mempengaruhi fungsi struktur usus dan mengganggu kesehatan mikrobioma di dalamnya.

Pada dasarnya, kacang kedelai bisa bermanfaat baik untuk tubuh jika tidak dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, disarankan untuk mengkonsumsi kedelai yang utuh dibandingkan yang telah diolah.

 

Ditulis oleh Anggie Triana
Sumber foto: Pixabay

Sumber lainnya:

Jurnal Terbaru