4 Kebiasaan Buruk yang Sebabkan Muka Kusam

Untuk mendapatkan kulit wajah yang halus, bersih dan sehat, sebagian besar wanita akan melakukan segala hal. Mulai dari menggunakan produk perawatan wajah hingga konsultasi dokter. Namun, tak semua dari usaha tersebut memberikan hasil yang maksimal. Hal tersebut bisa disebabkan oleh kebiasan-kebiasaan yang secara tidak sadar kita lakukan setiap saat. Dilansir dari CNN Indonesia, berikut kebiasaan buruk yang harus dihindari untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat.

  1. Sering menyentuh muka
    Dalam kehidupan sehari-hari biasanya kita akan sering menyentuh muka tanpa disengaja, entah untuk sekedar menyeka keringat ataupun merapihkan rambut. Hal sepele seperti itu biasa kita lakukan, dan tanpa kita sadari, kita telah mentransfer bakteri yang ada di tangan ke muka. Bakteri inilah yang dapat menimbulkan masalah baru pada wajah Anda, salah satunya adalah jerawat.
     
  2. Memecahkan jerawat
    Sebagian besar wanita, biasanya tidak bisa tahan jika ada jerawat membandel di wajah, dan biasanya mereka melakukan cara pintas untuk membasmi jerawat tersebut dengan cara memecahkannya. Cara tersebut mungkin efektif untuk membasmi jerawat, namun hal tersebut dapat memicu persoalan lain. Jerawat yang dipecahkan akan menciptakan adanya luka baru pada wajah Anda, dan bakteri dapat masuk ke dalam kulit melalui luka tersebut.
     

  3. Eksfoliasi berlebihan
    Aktivitas di luar ruangan akan menyebabkan wajah terasa kusam karena banyaknya debu dan kotoran yang menempel. Mencuci muka dengan sabun cuci muka biasa sering dianggap ‘kurang ampuh’ untuk memberantas kotoran tersebut, sehingga cara eksfoliasi dipilih untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Namum, eksfoliasi yang berlebihan dapat menyebabkan permukaan kulit wajah menjadi rusak seperti kering dan pecah-pecah.
     

  4. Tidur tengkurap
    Menurut para ahli, tidur dengan posisi tengkurap akan mempercepat penuaan dan proses pembentukan kerutan pada wajah Anda. Hal tersebut disebabkan oleh adanya tekanan pada jaringan wajah sehingga mempengaruhi kinerja kolagen dalam menjaga kekencangan kulit. Selain itu, tidur dengan posisi tengkurap akan menghambat pernafasan sehingga kulit tidak mendapatkan cukup oksigen unutk meregenerasi sel-selnya.
    Selain itu, mereka yang tidur dengan posisi tengkurap berisiko terkena sisa kotoran, minyak wajah serta debu yang menempel pada sarung bantal. Oleh sebab itu, dianjurkan bagi Anda untuk mengganti sarung bantal setidaknya seminggu sekali.

 

Ditulis oleh Anggie Triana
Sumber foto: livestrong.com

Sumber lainnya:

Jurnal Terbaru