Polusi udara dapat sebabkan Alzheimer

Hidup di tengah perkotaan yang padat penduduk memang selalu dikaitkan dengan tingginya tingkat polusi udara. Polusi udara merupakan suatu kondisi dimana udara sekitar dicemari oleh bahan kimia, zat atau partikel dan bahan biologis lainnya yang bersifat negatif dan dapat mempengaruhi kesehatan dan kehidupan masyarakat. Menurut data dari University of Washington’s Institute for Health Metrics and Evaluation, polusi udara merupakan salah satu penyebab dari 6,1 juta kematian pada 2016.

Tanpa kita sadari, polusi udara menjadi salah satu penyebab kematian jutaan orang setiap tahunnya karena hubungannya dengan penyakit emfisema dan kanker paru-paru. Selain itu, dalam penelitian terakhir yang dilakukan oleh University of Montana, diketahui bahwa risiko Alzheimer lebih tinggi di kalangan anak-anak dan remaja yang tinggal di lingkungan yang tercemar udaranya.

Penelitian tersebut mempelajari otopsi terhadap 203 warga Mexico City dengan rentang usia 11 bulan - 40 tahun. Mexico City diketahui merupakan daerah yang memiliki tingkat polusi udara di atas dari standar yang telah ditetapkan oleh U.S Environmental Protection Agency. Dalam prosesnya, ditemukan 2 protein abnormal, hyperphosphorylated tau dan beta amyloid pada tubuh bayi kurang dari setahun dan remaja. Mereka juga menemukan Apolipoprotein E (APOE 4) yang merupakan faktor genetik terkait Alzheimer.

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa masyarakat dengan tingkat polusi udara tinggi mengalami percepatan dalam proses awal penyakit Alzheimer. Mereka mempercayai bahwa partikel polusi yang masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan dapat merusak metabolisme tubuh melalui sistem peredaran darah. Dalam kesimpulannya, interaksi antara faktor lingkungan, nutrisi, metabolisme dan faktor genetik merupakan kunci dari pencegahan dini penyakit Alzheimer.

 

Ditulis oleh Anggie Triana
Sumber foto: news.uchicago.edu

Sumber lainnya:

Jurnal Terbaru