Satu butir telur per hari buruk untuk kesehatan?

Siapa yang bisa menolak sarapan dengan gurih nya omelet?. Ya, santapan yang praktis untuk dibuat ini memang menjadi salah satu menu andalan untuk sarapan. Sebagian orang mempercayai bahwa mengkonsumsi telur di pagi hari dapat membantu meningkatkan stamina tubuh. Meskipun demikian, tak jarang yang menghindari telur sebagai menu sarapan dan menggantinya dengan buah atau oatmeal. Seperti yang kita ketahui, selain memiliki nutrisi yang tinggi, telur juga mengandung kolesterol yang tinggi, terutama pada bagian kuningnya.

Hingga saat ini, perdebatan tentang efek samping dari telur memang masih terus berlanjut. Ada sebagian ahli yang menyatakan bahwa konsumsi telur berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit terkait jantung dan sebagian lainnya menyatakan hal yang sebaliknya. Menurut hasil studi terbaru, konsumsi telur tidak secara signifikan meningkatkan risiko kolesterol dan penyakit jantung jika dikonsumsi secukupnya. Dilansir dari Healthline, seseorang dapat menghabiskan 289 telur per tahunnya atau lebih dari 5 telur dalam seminggu.

Menurut hasil studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition tersebut, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi satu butir telur per hari tidak berkaitan dengan risiko penyakit terkait jantung dan kematian. Selain itu, mereka juga tidak menemukan adanya kaitan antara banyaknya telur yang dikonsumsi dengan tingkat kolesterol yang ada dalam darah. Hasil ini ditemukan setelah melakukan analisa terhadap sekitar 177.000 partisipan yang berasal dari 50 Negara.

Meskipun hasil studi menunjukkan tidak ada kaitan antara konsumsi telur dengan risiko kesehatan, bukan berarti Anda dapat mengkonsumsi telur se-enaknya. Konsumsi telur secara berlebihan sangat tidak dianjurkan, apalagi bagi Anda yang sudah memiliki riwayat kolesterol ataupun penyakit jantung sebelumnya. Satu butir telur per hari cukup untuk mendapatkan manfaatnya dan menjauh dari risiko penyakitnya.

 

Ditulis oleh Anggie Triana
Sumber foto: Pixabay

Sumber lainnya:

Jurnal Terbaru