Diet rendah lemak pengaruhi hormon pria, benarkah?

Hormon merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang bertugas dalam menjaga fungsi tubuh agar dapat berjalan dengan baik. Proses pertumbuhan, perkembangan, pencernaan makanan, fungsi seksual, reproduksi,  hingga detak  jantung dan suhu tubuh, semuanya dipengaruhi oleh hormon. Oleh sebab itu, keberadaan hormon sangat mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Terdapat berbagai jenis hormon dalam tubuh, salah satunya yaitu testosteron pada pria. Selain berperan dalam sistem reproduksi, hormon pria ini juga berperan dalam menjaga kepadatan tulang, kekuatan otot tubuh, hingga pembentukan suara. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi keseimbangan testosteron dalam tubuh, seperti usia, kelainan genetik, dan terganggunya jam biologis tubuh. Tak hanya itu, pola makan juga diketahui dapat mempengaruhi hormon tersebut.

Menurut hasil studi terbaru, para peneliti menemukan bahwa pola makan, khususnya diet rendah lemak, ditemukan dapat menurunkan serum testosteron pada pria secara signifikan. Jika dibandingkan dengan diet lainnya, seperti diet mediteranian dan diet non-restriktif (bebas), pria dengan diet rendah lemak memiliki serum testosteron yang lebih rendah, yaitu 411 ng/dL. Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam The Journal of Urology.

Untuk mendapatkan hasil tersebut, studi tersebut melibatkan lebih dari 3.128 pria dengan rentang usia 18-80 tahun yang terdaftar dalam National Health and Nutrition Examination Survey. Setiap partisipan melaporkan riwayat pola makan mereka selama 2 hari, setelah itu  mereka menjalani tes testosteron serum. Setelah melakukan penyesuain faktor seperti usia, aktivitas fisik dan BMI, peneliti menemukan bahwa penurunan signifikan serum testosteron hanya ditemukan pada mereka yang menjalani diet rendah lemak.

 

Ditulis oleh Anggie Triana
Sumber foto: Google Search Images

Sumber lainnya:

Jurnal Terbaru