Antibiotik dan pengobatan alami untuk atasi infeksi gigi

Infeksi gigi umum terjadi akibat adanya kerusakan ataupun kurang bersihnya  mulut, sehingga bakteri dapat berkembang. Dalam studi yang terdapat dalam Dentistry Journal, terdapat 150 strain bakteri dalam mulut dan sebagian dari mereka dapat menyebabkan infeksi. Adanya infeksi pada gigi atau mulut tentunya dapat mengganggu aktivitas Anda. Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik untuk ‘membunuh’ serta mencegah tersebarnya infeksi tersebut.

Perlu diingat, tidak semua infeksi gigi memerlukan antibiotik. Antibiotik hanya direkomendasikan ketika infeksi dinilai parah dan sudah menyebar kebagian lainnya. Terdapat beberapa jenis antibiotik yang sering diresepkan, seperti golongan Penicillin, Clindamycin, Azithromycin, dan Metronidazole. Di Indonesia sendiri, amoxicillin merupakan antibiotik yang paling umum diresepkan untuk mengatasi infeksi pada gigi.

Amoxicillin sendiri termasuk ke dalam golongan Penicillin yang merupakan antibiotik umum untuk atasi infeksi gigi. Namun sayangnya, antibiotik ini kurang efektif karena beberapa bakteri resisten terhadap obat ini. Sehingga banyak para ahli yang berpindah ke antibiotik lain, yaitu Clindamycin. Dalam studi yang dipublikasikan dalam International Dental Journal, antibiotik ini merupakan pilihan terbaik untuk atasi infeksi, terutama dalam mengatasi bakteri-bakteri yang resisten terhadap antibiotik golongan Penicillin.

Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap antibiotik, terdapat alternatif lain yang bisa Anda lakukan untuk atasi infeksi gigi dengan menggunakan obat-obatan alami. Salah satunya yaitu kumur dengan air hangat yang telah dicampur oleh garam. Obat kumur ini ampuh dalam meredakan rasa sakit akibat adanya infeksi serta dapat berperan sebagai disinfektan alami. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan campuran air dengan baking soda untuk meringankan infeksi tersebut.

 

Ditulis oleh Anggie Triana
Sumber foto: Google Search Images

Sumber lainnya:

Jurnal Terbaru